Secara bahasa (lughowi), katLatar Belakanga ”Matematika” berasal dari bahasa Yunani
yaitu ”Mathema” atau mungkin juga ”Mathematikos” yang
artinya hal-hal yang
dipelajari.
Matematika suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir.[1]
Konsep
matematika tersusun secara hierarkis yaitu konsep – konsep
matematika
yang baru dapat terbentuk karena adanya pemahaman terhadap
konsep
sebelumnya. Simbolisasi itu akan berarti bila suatu simbol itu dilandasi
suatu
ide. Jadi kita harus memahami ide yang terkandung dalam simbol tersebut.
Dengan
perkataan lain, ide harus dipahami terlebih dahulu sebelum ide tersebut
disimpulkan.[2]
Matematika
juga di anggap mata pelajaran yang menakutkan menurut sebagian murid. Karena
murid dituntut untuk tidak sekadar memahami, tetapi juga menghafalkan
bermacam-macam rumus yang terkadang membingungkan. Terdapat beberapa tips yang
dapat di lakukan yaitu, menyukai matematika, visualisasi ke warna, gunakan kata
ganti untuk rumus tertentu, bermain games matematika, dan menggunakan rumus matematika dalam
kehidupan sehari-hari.
Pada kenyataannya sesuai dengan
hasil pengamatan penulis di salah satu sekolah di kota Palopo pada tanggal 13
Oktober 2023, siswa masih kesulitan dalam mengingat rumus apa yang di gunakan
pada soal yang diberikan sehingga sebagian murid kurang aktif dalam proses
pembelajaran . Anak didik memerlukan
matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya, dapat berhitung, dapat menghitung isi dan
berat, dapat mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, dapat
menggunakan kalkulator dan komputer.[3]
Matematika
adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.[4]








0 komentar:
Posting Komentar